Teknologi Indonesia Yang Memprihatinkan

Teknologi Indonesia Yang Memprihatinkan

Kita sempat dibanggakan dengan prestasi mendiang presiden RI ke 3 yaitu alm. BJ Habibie. Puluhan tahun lalu, beliau sempat menggemparkan dunia karena kondisi sektor teknologi Indonesia yang memprihatinkan justru membuat dunia menyoroti kesibukan BJ Habibie. Sebabnya adalah mustahil untuk percaya bahwa Indonesia sebagai negara berkembang mampu membuat pesawat terbang sendiri! Di bawah PT. Dirgantara Indonesia, projek ambisius beliau pernah mengharumkan bangsa ini pada masanya.

Kembali masa sekarang, kita semua hidup di era globalisasi yang merujuk kepada modernisasi. Maksudnya yaitu, perpindahan level dari sebelumnya di mana keadaan negara Indonesia yang dulunya terbelakang dan lambat berkembang perlahan menjadi lebih baik. Modernisasi sebenarnya memiliki cakupan yang sangat luas sekali. Kita dapat memasukkan topik seputar tren fashion, sistem pendidikan, atau industrial. Namun yang paling sering menonjol tentang modernisasi tentu saja bidang ilmu pengetahuan seputar teknologi. Sama seperti halnya ketika israel mengirim teknologi muktahir ke india untuk penanganan COVID-19.

Fenomena Gagap Teknologi Indonesia

Fenomena Gagap Teknologi Indonesia

Semenjak tahun 2000 hingga saat ini, Indonesia semakin concern dan melek teknologi. Masifnya perkembangan internet juga turut menyumbang perubahan kebiasaan masyarakat dari berbagai segi aspek kehidupan. Teknologi telah menjelma layaknya kebutuhan primer bagi setiap manusia. Berawal dari revolusi telepon genggam yang awalnya sekedar untuk berkomunikasi, sampai berubah peran bak sekretaris pribadi.

Siapa di antara anda yang hobi bepergian dengan ojek online, atau sekedar berburu makanan favorit? Mungkin saja banyak di antara anda yang sekarang lebih suka bertransaksi dengan dompet digital. Bahkan, berita yang meliput tentang pengembangan mobil terbang tidak lagi mengagetkan dan mengherankan seperti sebuah kewajaran saja.

Ironis sekali ketika mengalami langsung bahwa perlahan kita dibuat bergantung terhadap teknologi atas semua kegiatan sehari-hari. Perubahan sekejap yang terjadi secara mendadak dalam tempo singkat tidak diimbangi dengan kesiapan mental penggunanya. Bagi kami, gagap teknologi bukan sekedar ketidak tahuan cara mengoperasikan suatu perangkat gadget atau digital belaka. Kurangnya edukasi membuat apapun yang seharusnya diciptakan dengan segudang manfaat justru malah menjadi pembawa malapetaka.

Untuk lebih jelasnya, saya akan utarakan dengan sebuah perumpamaan. Sebagai orang dewasa, memiliki sepeda motor akan sangat membantu mobilitas dan efisiensi dalam kegiatan sehari-hari. Lagipula memang kendaraan diciptakan untuk memudahkan masalah transportasi bagi masyarakat. Namun apa yang terjadi ketika seorang anak kecil sekolah dasar diizinkan mengendarai sepeda motor? Selain membahayakan dirinya sendiri, juga dapat merugikan orang lain karena meningkatkan resiko kecelakaan. Begitu juga hal nya dengan teknologi. Mengimplementasikan teknologi tinggi di seluruh sektor tanpa dibarengi dengan mental dewasa akan membuat kita terancam bahaya besar di masa depan.

Laju Perkembangan Teknologi Tanah Air

Laju Perkembangan Teknologi Indonesia

Pendapat yang menyatakan bahwa laju perkembangan teknologi di Indonesia masih tidak memuaskan datang dari mantan menteri pembangunan Indonesia, Armida Alisjahbana. Beliau merasa pemerintah belum serius melibatkan ilmu teknologi khususnya pada sektor industri, pertanian, sumber energi, dan masih banyak lagi. Undang-undang yang mengatur seputar kegiatan teknologi pun terasa masih banyak celah dan jauh dari kata sempurna.

Menurut PBB, riset pada 2013 menunjukkan bahwa dari segi kemajuan teknologi, Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat 60 dari total 72 negara. Kriteria yang diteliti yaitu berdasarkan kemampuan menciptakan perangkat teknologi. Poin penilaian juga mencakup tingkat apresiasi atas karya dan penemuan berupa hak paten dan royalti. Alokasi dana pengembangan riset dari pemerintah yang mencapai 2 triliun rupiah pun dirasa masih kecil. Hal ini cukup masuk akal karena nilai tersebut hanya 0,85 persen dari PDB Indonesia tahunan. Bandingkan saja dengan RRC yang menganggarkan 2%, serta Korea Selatan 4%, langsung terlihat jelas perbedaannya.

Di samping itu, kemampuan produksi barang berteknologi dari Indonesia juga dianggap masih bermutu rendah. Ekspor produk dari Indonesia jauh lebih banyak sumbangsihnya dari sektor lain seperti pertanian, perikanan, atau hasil bumi. Kalaupun ada, biasanya manufaktur produk teknologi yang diekspor masih sederhana dan mendominasi kuota mencapai 60 persen.

Antara Survei Dan Fakta Teknologi Di Negara Kita

Antara Survei Dan Fakta Teknologi Indonesia

Dengan segala transformasi budaya yang semakin modern, cukup mengejutkan ketika Indonesia dianggap masih tertinggal dalam penggunaan teknologi. Laju perkembangan teknologi di ibu pertiwi ternyata belum memenuhi kriteria untuk dikatakan sebagai negara maju jika bicara tentang teknologi. Seakan terjadi miskomunikasi antara hasil survei dengan fakta lapangan yang terjadi.

Padahal jika membahas ranah sosial media, Indonesia selalu menjadi juaranya. Pengguna facebook di tahun 2010 an paling banyak berasal dari negara kita. Kaum milenials berkali-kali menguasai world trending topic di twitter. Anggapan sinis dari mancanegara tentang teknologi Indonesia justru kontras sekali dari sudut pandang taipan mereka. Ambil saja contoh raksasa internet yaitu google yang sangat antusias terhadap iklim dunia maya kita. Di mata mereka, rakyat kita adalah pangsa pasar raksasa bagaikan gunung berlian sehingga terlalu naif untuk dilewatkan begitu saja.

Google pun bergerak cepat dengan segera mendirikan kantor cabang di daerah SCBD Jakarta. Dirasa masih terasa kurang, saat ini Google semakin agresif karena berniat membangun kawasan luas untuk menjadikannya pusat riset dan pengembangan di Tangerang Selatan. Masih belum puas, sekalian bangun universitas Google dengan fokus teknologi di BSD. Bagaimana menurut anda, apakah Indonesia masih belum maju di bidang teknologi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa