Membasmi Pandemi Covid 19 Dengan Bantuan Teknologi

Membasmi Pandemi Covid 19 Dengan Bantuan Teknologi

Membasmi Pandemi Covid 19 menjangkiti umat manusia di seluruh dunia dengan kecepatan penyebaran super rapid sehingga membuat pemerintah kewalahan mengatasinya. Sampai hari ini terhitung 7 September 2020, total terinfeksi telah mencapai 27 juta jiwa sementara korban meninggal menyentuh 900 ribu. Indonesia sendiri mengalami peningkatan signifikan dari jumlah warga tertular kini di sekitaran 3 ribu orang per harinya.

Segala macam cara sudah dicoba oleh pemerintahan pusat demi menahan laju pertumbuhan kasus virus Corona. Presiden Jokowi pun berada pada posisi serba salah, antara menyelamatkan perekonomian atau membasmi total penyakit Covid dalam negeri. Sembari menunggu vaksin ditemukan, para ilmuwan dan pakar teknologi mencoba mengulurkan bantuan melalui berbagai penelitian.

Dari sekian banyak negara di lima benua, China merupakan salah satu garda terdepan dalam memerangi Covid lewat bantuan teknologi. Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu mengetahui karakteristik virus Corona mulai dari sifat, perilaku, dan ciri khasnya. Jika telah berhasil teridentifikasi, kita bisa memutuskan teknologi seperti apa yang paling tepat menangani penyakit Covid.

Virus Corona masih memiliki hubungan erat dengan influenza dan SARS, dengan ciri-ciri serupa yaitu merusak sistem pernapasan manusia. Sebagai korban pertama, China termasuk tangkas dan sigap menghentikan penyebaran virus di dalam negeri. Sumbangsih teknologi paling jelas terlihat kala pemerintah China membangun rumah sakit khusus Corona dalam tempo kurang dari satu bulan saja.

Membasmi Pandemi Covid 19 Dengan Bantuan Teknologi1

Setelah lebih dari setengah tahun berlalu sejak pertama kali kasus perdana Covid, China mulai mengembangkan divisi teknologi khusus karena teknologi di indonesia sendiri cukup memperhatikan. Para peneliti dan ilmuwan scientist mengemban misi spesifik yang berfokus pada pemusnahan virus Corona. Secara tradisional, masyarakat umum masih bertahan dengan peralatan dan senjata perang seadanya melawan penyakit mematikan ini. Sudah menjadi pemandangan umum, setiap orang memakai masker ketika bepergian, lengkap dengan botol kecil berisi hand sanitizer.

Pemerintah daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan Tangerang juga sempat menyemprotkan cairan desinfektan massal menggunakan bantuan mobil pemadam kebakaran. Jika melihat hasilnya, entah memang kurang memuaskan ataukah virus itu sendiri yang terlalu ganas. Maka dari itu, mungkin sudah saatnya kita meminjam kecanggihan ilmu teknologi sebagai rencana plan B.

Contoh Penggunaan Teknologi Untuk Membasmi Pandemi Covid 19

Contoh penggunaan teknologi umum untuk mengatasi wabah Corona yaitu dengan menyediakan thermometer digital. Namun, penggunaan alat ini hanya sebatas radar yang lebih menekankan pada praktek pencegahan semata. Kita memerlukan sesuatu hal spesial seperti pada film Hollywood. Marilah kita pelajari bersama-sama variasi teknologi menghadapi Covid sebagai berikut.

  1. Corona Map Application

Corona Map Application Membasmi Pandemi Covid 19

Warga netizen dari negara tirai bambu sangat miris melihat cara Amerika Serikat mengatasi Corona dengan sembrono. Berkaca dari pengalaman, pemerintah China bahkan sampai rela menggelontorkan ratusan juta dollar demi pembuatan aplikasi berupa peta persebaran Covid. Bekerja sama dengan perusahaan penyedia layanan pemetaan digital lokal, aplikasi ini mengidentifikasi kasus aktif secara real time.

Akurasinya pun cukup mengejutkan melebihi 90 persen. Namanya yaitu Coronavirus Pro, ia bisa didownload gratis ke smartphone milik penduduk China. Dengan mengetahui zona merah covid, masyarakat di sana mampu melakukan tindakan antisipasi dan menghindari daerah tersebut.

  1. Dokter Berbentuk Robot

Dokter Berbentuk Robot

Tidak terhitung lagi berapa banyak tenaga medis telah gugur selama masa pengabdiannya memerangi wabah Corona. Ribuan jiwa terdiri dari dokter, suster, serta sukarelawan telah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan banyak orang. Penularan virus ini begitu mengerikan, padahal pekerja kesehatan senantiasa mengenakan Alat Pelindung Diri selengkap mungkin.

Melihat tragedi tersebut, sebuah perusahaan asal Israel mengembangkan robot pengganti dokter bernama Temi. Penggunaan robot ini memungkinkan sang dokter untuk merawat pasien positif Corona dari tempat aman. Ia tidak perlu bersentuhan langsung dengan penderita Covid sehingga resiko tertular bisa dicegah. Selain itu, robot Temi juga bisa dialih fungsikan untuk menggantikan job desk terkait pengecekan swab test kepada rakyat umum.

  1. Drone Penyemprot Desinfektan

Drone Penyemprot Desinfektan

Lagi-lagi, China selangkah lebih maju daripada pemerintah Indonesia dalam mengupayakan pencegahan Covid. Apabila dinas kesehatan daerah kita mengandalkan mobil pemadam kebakaran, maka China siap menerbangkan drone. Cara ini lebih efisien karena hanya membutuhkan satu pilot pengendali jarak jauh menggunakan remote untuk memanuver pergerakan drone. Selain itu, penggunaan drone juga tidak memakan tempat sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas seperti pada mobil pemadam. Dengan menyemprotkan desinfektan dari ketinggian, efektifitas lebih berdampak karena bisa membasmi virus Corona yang melayang di udara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Theme: Overlay by Kaira Extra Text
Cape Town, South Africa